Teks Narasi: Pengertian, Struktur, dan Aturan Bahasa

legenda danau toba
 

Teks Narasi adalah jenis teks yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Narrative text merupakan salah satu jenis tulisan yang sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Narasi adalah bagian dari bercerita secara berurutan. Contohnya bisa Anda lihat di berbagai karya sastra seperti novel, cerpen, naskah drama, hingga karya ilmiah. 

Pengertian Teks Narasi

Teks Narasi adalah bacaan berbentuk karangan yang menceritakan atau menjelaskan suatu peristiwa secara mendetail berdasarkan urutan waktu. Dalam bacaan ini, cerita atau karangan yang dibuat bisa berupa kejadian yang benar-benar terjadi atau bisa juga hanya imajinasi. Bacaan ini biasanya dibuat dengan tujuan untuk menghibur pembaca.
Teks Narasi berupa kejadian nyata dapat berupa rangkaian peristiwa atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Itu bisa berupa peristiwa yang dialami narator atau peristiwa yang diamati oleh narator. Sedangkan cerita dalam bentuk imajinasi bersifat fiktif, misalnya dalam novel, roman, cerpen, lakon, dan biografi. Nah, pada artikel ini, kami akan memberi tahu Anda apa saja aturan bahasa dalam teks Narasi.
 

4 Jenis Teks Narasi

1. Narasi Informatif
Merupakan narasi yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi yang akurat tentang suatu peristiwa untuk dapat memperluas pengetahuan masyarakat tentang suatu cerita.
 
2. Narasi Ekspositori
Narasi ekspositori adalah jenis narasi yang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat sesuai dengan fakta yang ada tentang suatu peristiwa yang dialami seseorang. Biasanya dalam narasi ini para pelaku dalam teks narasi diceritakan sejak kecil hingga sekarang atau juga hingga akhir hayatnya.
 
3. Narasi Artistik
Merupakan jenis narasi yang berusaha untuk dapat memberikan maksud dan makna tertentu dengan cara mengirimkan pesan tersembunyi kepada pembaca sehingga pembaca seolah-olah melihatnya secara langsung. Ketentuan tersebut menyangkut penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, dan tidak memberikan unsur sugestif.
 
4. Narasi Sugestif
Narasi sugestif jenis ini adalah narasi yang menceritakan hasil rekaan, khayalan, atau khayalan pengarang fiktif. Narasi ini bisa melibatkan imajinasi yang disebabkan oleh tujuan yang ingin dicapai yaitu kesan dari peristiwa tersebut. Narasi sugestif disebut juga narasi fiktif.

Struktur Teks Narasi

1. Orientasi
Dalam teks Narasi berisi pengenalan tokoh, latar, latar, latar cerita, latar waktu, dan berbagai komponen awal identifikasi cerita lainnya. Paragraf ini merupakan urutan pertama dalam cerita. Sebagai awal cerita, perlu disampaikan dengan cara yang sangat menarik. Tujuannya agar pembaca tertarik untuk membaca isi dari keseluruhan bacaan.

2. Komplikasi
Dalam bacaan memuat masalah atau pokok bahasan dalam cerita. Konflik mulai muncul dan jalan cerita akan dimulai di bagian ini. Bagian ini dapat dimulai dengan pengantar konflik. Kemudian dilanjutkan dengan konflik yang lebih kompleks.

3. Resolusi
Berisi jalan keluar atau penyelesaian konflik yang diceritakan pada bagian komplikasi. Bagian ini menceritakan tentang peristiwa yang hampir berakhir.
 
4. Kode
Merupakan bagian akhir dari esai atau cerita. Bagian terakhir atau ending bisa berupa cerita sedih atau bahagia.

Aturan Bahasa Teks Narasi

1. Menggunakan Kata Kiasan
Kiasan atau kiasan adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk membandingkan sesuatu secara langsung dan metafora sering disebut sebagai bahasa kiasan komparatif. Kata kiasan atau metafora ditambahkan dalam teks Narasi agar cerita yang disajikan lebih menarik dan teks lebih enak dibaca. Contoh metafora yang ditemukan seperti Meymey adalah hewan kelas dunia, Ratu melompat dari ufuk barat dan conroh lainnya.
 
2. Menggunakan Kata Kerja
Menulis teks Narasi menggunakan verba transitif dan intransitif. Kata kerja transitif adalah kata kerja yang biasanya diikuti oleh objek dan kata kerja transitif dapat diubah menjadi bentuk pasif. Sedangkan verba intransitif adalah verba yang tidak membutuhkan objek untuk melengkapi kalimatnya dan tidak dapat diubah menjadi bentuk pasif.
 
3. Menggunakan Kata Benda
Kata benda adalah kata yang banyak muncul dalam kaidah bahasa teks Narasi dan penggunaannya disesuaikan dengan topik yang dipilih. Kata benda terbagi menjadi 2 yaitu kata benda konkrit dan kata benda abstrak. Kata benda konkret biasanya mengacu pada objek yang terlihat dengan panca indera dan kata benda abstrak biasanya mengacu pada objek yang terlihat oleh pikiran.
 
4. Menggunakan Kata Sifat
Kata sifat adalah kelas kata yang biasanya mengubah kata benda atau kata ganti menjadi sesuatu yang lebih spesifik atau terperinci. Pada dasarnya kata sifat menggambarkan kualitas, kuantitas, penekanan, kecukupan atau urutan. Contoh kata sifat yang biasanya muncul dalam teks Narasi adalah rich, far, hard dan lain-lain.
 
5. Kata Penghubung
Dalam menyusun kalimat pasti membutuhkan kata penghubung, agar kalimat menjadi lebih bervariasi. Tidak hanya kalimat, kata sambung juga digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata. Teks ini akan lebih mudah dibaca jika menggunakan konjungsi yang baik dan benar.

Penutup

Sekian uraian mengenai teks narasi. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phrasal Verb List